Rabu, 05 Mei 2010

god (always) exist

hahahaha
nice..

pertama kali gw punya blog dan gw berusaha untuk gga lagi percaya dengan nulis nulis di catatan hp



oke
kita mulai

waktu itu bulan April tanggal 9

Bangun dari lautan keringet dan najisnya iler iler hasil produksi dua makhluk yg udah saya anggap sebagai saudara kembar gw sendiri (nurmansyah sandi & agung sabriyan)
saya coba buka mata

tapi entah kenapa pagi ini
setan setan tidak nampak melakukan aktivitas hariannya
hingga tanpa terpaksa samasekali
terbasuhlah muka ini dengan air wudhu dan tak terasa berat 10 menit habis untuk menyembahNya

okelah sejenak sepiring nasi dan candaan gga penting dari kita bertiga mampu tepis perih akibat kejadian kemarin
tapi
tetap saja
hati rindukan dia
walaupun ribuan tusukan dia hujamkan
masih saja ada jutaan plester yg mampu tutupi luka ini

"hatiku inginkannya"
klise memang
tapi coba kita tengok, ratusan bahkan ribuan band menggunakan "tema" ini dalam "menjual" apa yg mereka namakan karya seni
jadi tak usahlah kita munafik
toh bukan cuma saya yg merasakan hal ini

matahari terbit, tidak juga operator seluler dari 3mi mengirimkan pesan yg beralamatkan dari 0856761**** ke hp saya

detik menit jadi duri
datang untuk menusuk

namun penantian pun sia sia

ya sudahlah
inisiatif..

saya kirim pesan singkat
berharap kerinduan ini terbalas

...pesan terkirim...

...pesan diterima...

belasan balasan hanya berisi pengulangan pembahasan kejadian kemarin

mana air pelepas dahaga akan rindu??
yang ada hanya lelehan timah yang jelas jelas takkan menghilangkan dahaga

sabar
mungkin itu jalan terbaik

8.30
kita bertiga berangkat k sekolah

uang saya tinggal 2ribu
g ada lagi
berhubung kmrn saya tidak pulang karena menginap cuma dengan tujuan
saya ingin curhat k mereka untuk menghilangkan keinginan kuat buat bunuh diri akibat kejadian kemarin
jadi
nekat saya tetep sekolah

naik mikrolet pinjam uang sandi
karena saya pikir 2ribu ini adalah sisa harta saya yg paling berharga selain harga diri dan keyakinan saya yg gga ternilai harganya

sampai di sekolah
berharap bisa melupakan semua
dan sekedar inginkan tawa lepas di hari ini

tapi apa??
sampai sebuah pesan singkat yg isinya
"meet me on the equinox, meet me half way"
yg kalo diterjemahkan bebas kira-kira isinya gini
" aku di palmerah, aku mau pulang"
(hhahaha)

Ya Tuhan..
dia itu wanita

dari pesan singkat itu tersirat
"kamu dateng kesini, aku mau kamu disini"

maaf
kalau saja disuruh memilih
berangkat namun harus hadapi ratusan resiko
atau
tetap tinggal namun tidak merubah apa apa

dengan yakin saya pilih
saya berangkat dengan tidak takut pada ratusan bahkan ribuan resiko tersebut

naik bemo k halte seribu
naik kopaja k palmerah seribu

dan bertemulah saya dengan sang indah

"hhi
rapuh bgt tuh cw
andaikata ngebunuh orang gga dosa
gw mw meluk dia
lalu gw dorong dia k tengah rel saat kereta lewat
biar gga pernah lagi gw liat air mata dia menetes"

kereta datang...
saya bisa naik karena tiket yg dia belikan

stasiun demi stasiun dilewati
musnah sudah harapan yg inginkan rel kereta rusak, kemudian kereta anjlok
biar semakin lama pertemuan ini

sampailah di stasiun parung panjang
setelah turun
saya temani dia naik ojek

lalu
hilanglah punggungnya dari pandangan

huff
sampai ketemu lagi cinta

.............






ASTAGFIRULLAHALADZIM
"gw gga ada duit!!!
mau pulang naik ap??"

sesaat sempat beku otak ini
tapi y sudahlah
mw apa lagi

jarak parung panjang-pamulang
yg notabene berbeda provinsi
akan saya tempuh dengan kaki

berhubung hati sedang galau galaunya
maka dimulailah perjalanan yg bernama "spiritual journey"

oiy
sekedar info
saya bukan termasuk orang yg memiliki kebiasaan menghilangkan kegalauan dengan cara menambah kegalauan itu sendiri
tapi
saya adalah orang yg menghilangkan kegalauan dengan balik lagi mengingatNya
Dzat yg saya yakini ada
selalu ada

kira-kira 1 km
langkah terhenti di depan sebuah bangunan yg katanya merupakan rumah Tuhan
berhubung hari jumat
saya masuk kedalam

di dalam
satu doa yg terpanjat
"bantulah hamba menyelesaikan semua masalah ini
beri hamba kekuatan.. amin"

keluar dari situ

terlintas ide
kenapa tidak saya membantu orang lain beramal dengan menyisihkan sedikit kenyamanannya duduk dalam kendaraan dengan membawa saya serta
hhe
ide bagus

puluhan meter terlalui oleh kaki kaki yg terbiasa diam
lapar dan dahaga terus menyerang tubuh yg terbiasa manja ini

namun..
indah nian langit
sejuk pula angin
tampak ilalang ilalang seakan tersenyum menjadi pemandu sorak
penambah semangat 50 kali lipat

jauh sudah jarak yg ditempuh
namun, belasan mobil yg berisi "para dermawan" enggan untuk berhenti dan menerima tawaran saya
mungkin dalam hati mereka terbesit

"saya sudah cukup beramal hari ini, lain kali saja ya"

ya sudah
berjalan lagi...

lelah..
pegal..
nyeri..
lapar..
dahaga..
adalah sebuah isyarat biologis yg wajar yg di tunjukkan tubuh apabila telah menempuh jarak kurang lebih 10 km berjalan kaki tanpa istirahat, tanpa makan dan minum

hatipun mengeluh

"ya Allah
lelah hati ini mengharapkan pertolongan dari hamba hambaMu itu
mereka semua PICIK,hanya peduli dengan bisnis mereka masing masing
dan hamba yakin tidak ada SATUPUN dari hambaMu yg mempunyai kepedulian terhadap sesamanya
hamba YAKIN
oleh karena itu
hanya kepadaMU lah hamba beribadah dan hanya kepadaMu lah hamba memohon pertolongan(Al Fatihah:5)
amin"

berjalan lagi...
lagi..
dan lagi..
tapi kali ini tanpa sedikitpun saya menjual harga diri saya untuk meminta belas kasih pada makhluk makhluk sombong tersebut
namun kali ini
saya berjalan dengan semangat baru
dengan sebuah keyakinan

"Engkau akan beri kemudahan lebih dari yg hamba bayangkan"

tak kuatlah kaki ini untuk berjalan
ingin pingsan rasanya
namun
tujuan masih teramat jauh
rumah masih berada jauh di luar jangkauan kekuatan tubuh ini

saat tubuh ini sudah mencapai batasnya

tiba tiba

"mau bareng gga?"
seorang pria umur 45an
yg terlihat seperti seorang ustad namun sedikit eksentrik (kalau tidak bisa di bilang nyeleneh)
datang tawarkan diri

maka tak henti hentinya hati ini memanjatkan syukur kepadaNya

okelah
sedikit tumpangan menuju ujung jalan sana adalah suatu kemudahan yg sangat membuat saya bersyukur

kemudian terjadilah sebuah percakapan wajar antara seorang asing dengan seorang asing lain yg baru pertama kali bertemu

"kenapa jalan??"
"ini pak, saya kehabisan uang, jadi saya nekat jalan kaki"
"loh.. memang rumahnya dimana?"
"d pamulang pak"
"ooh.. pamulang,, berarti dekat rumah saya itu, nanti saya antarkan sampai k rumah"

subhanallah..
serasa terkunci bibir ini
rasanya hanya syukur yg tak henti hentinya ada di hati

saya yg 'hanya' mengharapkan kemudahan dengan cara mendapat tumpangan yg saya bayangkan hanya sampai ujung jalan
ternyata 'di berikan' kemudahan yg jauuh dari yg saya bayangkan
saya akan diantar k rumah
tepat di rumah

SUBHANALLAH...

tak lepas senyum dari bibir saya
sembari hati berucap syukur
dan bibir dengan senang hati menjawab tiap-tiap pertanyaan yg terlontar dari bapak itu

tidak langsung mengantarkan saya kerumah
dengan cueknya dia membawa saya ke daerah yg belum saya kenal sebelumnya
mencoba berpikiran positif
saya pikir ini jalan pintas menuju k rumah saya

tapi apa yg terjadi
bukan mengantarkan saya kerumah
akan tetapi bapak itu malah berhenti di depan tukang mie ayam
dan mengajak saya untuk makan..

SUBHANALLAH

saya yg 'hanya' mengharapkan kemudahan dengan cara mendapat tumpangan yg saya bayangkan sampai k rumah
ternyata 'di berikan' kemudahan yg jauuh dari yg saya bayangkan
saya di izinkan untuk menenangkan cacing-cacing yg mulai mengamuk d perut saya

puji syukur untukNya
alhamdulillahirabbilalamin

setelah selesai makan
kami kembali meneruskan perjalanan

setelah beberapa meter
dia memberhentikan motornya
dan meminta maaf
bahwasanya dia tidak bisa mengantarkan saya sampai ke rumah
hanya sampai disinilah dia bisa mengantar

dalam hati saya
"tak apalah
sudah begitu besar pertolongan dariMu
segala puji untukMu
alhamdulillah"

saat saya akan kembali berjalan
dia merogoh kantung celananya dan memberikan uang sebesar 7 ribu untuk ongkos saya
(FYI: ongkos dari tempat ini ke rumah saya hanya 5 ribu)

SUBHANALLAH

saya yg 'hanya' mengharapkan kemudahan dengan cara bisa kuat lagi berjalan setelah makan
ternyata 'di berikan' kemudahan yg jauuh dari yg saya bayangkan

saya di beri ongkos yg dapat mengantarkan saya pulang ke rumah dan juga dapat saya gunakan untuk membeli minum

subhanallah..
alhamdulillah...

hal yg dapat saya pelajari,adalah bahwa benar "Dia akan memberi kemudahan lebih dari yg kita bayangkan"
inilah suatu bentuk husnuzan padaNya
sebuah sikap yg membawa saya kepada pengalaman spiritual yg sangat berharga

tetapi
tidak hanya itu
satu hal lagi yang dapat saya pelajari adalah
bahwa Dia telah menang bertaruh dengan saya
Dia telah menunjukkan,dengan kebesarannya
bahwasanya saya,terlalu PICIK untuk mempunyai pikiran bahwa saat ini sudah tidak ada lagi orang yg peduli satu samalain di dunia ini
buktinya
dia mendatangkan pada saya seseorang yg sama sekali tidak saya kenal
namun dengan tulusnya dia membantu
tanpa mengharapkan balasan apa apa

sekali lagi sobat
dan untuk seterusnya saya meyakini
bahwa

god was exist
god is exist
and god always exist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar